Juniorku suka berkhayal, istilah yang lebih tepat berimajinasi kali.. anak seumuran dira (1:20) mungkin memang lagi seneng berimajinasi ya.. Nech, ada beberapa cerita tentang imajinasi juniorku, hanya sekadar berbagi cerita aja..
Juniorku cerita begini,”Kemarin adik (Kami sekeluarga biasa memanggilnya “adik”) sama mama, sama Mbak Muah (Pengasuh juniorku), sama Bulik Aning naik pesawat..ngeng-ngeng..ngeeeng-ngeeeng…sampai jauuh tinggi sekali…”
Padahal, dia belum pernah naik pesawat, cuma lihat di teve, gambar, mainan, atau lihat di langit ketika ada pesawat yang melintas.
Terus, juniorku main rak sepatu yang ada tiga susun. Dia buat hanya dua susun, di atasnya dia taruh mainan hewan-hewannya, ada kerbau, jerapah, singa, kuda, dan lainnya. Kemudian kereta rak tersebut didorong-dorong sambil bilang, “Di rumah sakit.” Ini mengejutkan karena dia belum pernah saya ajak ke rumah sakit, tetapi dia menganalogikan rak sepatu itu sebagai rak obat atau ranjang dorong untuk pasien.
Ada lagi dia cerita, “Ma, mobilnya terbang-terbang di jalan.”
Dia juga berimajinasi dengan rumah kardusnya yang kadang-kadang bisa jadi rumah, kapal, atau mobil truk pengangkut sampah.
Juniorku sering berkhayal
Februari 27, 2009 pada 3:21 am (Keluarga Saindeva)
Jagoan kecilku
November 6, 2008 pada 6:02 am (Keluarga Saindeva)
Jagoan kecil ini bernama Dirada Alif Saindeva. Lahir dari rahim seorang mama bernama Umi Farida. Hari yang bersejarah itu adalah Rabu Legi, 9 Mei 2007, pukul 10.00 WIB. Dengan keberanian, lahirlah engkau tanpa kehadiran Papa yang sedang bekerja keras membuka pintu rezeki untukmu dan mamamu di kota Bogor. Papa ingin sekali menyambut kehadiranmu dengan pelukannya dan melantunkan suara adzan di telinga mungilmu untuk yang pertama kali. Papa sudah cuti dan menunggu kelahiranmu satu minggu sebelum kelahiranmu sesuai HPL dari dokter, tetapi engkau masih khusyuk dalam pertapaanmu sehingga cutinya sudah habis, engkau belum juga mau menampakkan diri. Papa harus kembali bekerja, banyak tugas telah menunggu. Meski tak menunggui, di Bogor sana Papa juga deg-degan menanti detik-detik yang menegangkan itu. Detik-detik Papa benar-benar menjadi seorang papa…
Keluarga Saindeva
November 6, 2008 pada 3:31 am (Keluarga Saindeva)
Ini adalah keluarga Saindeva. Kami bercita-cita membangun generasi Saindeva. Semoga dirahmati Allah. Amin.. Saindeva senior adalah Ginung Yogiswastiko, mamanya Umi Farida, kemudian si yunior adalah Dirada Alif Saindeva. Saindeva senior berasal dari Purworejo, kota pramuka. Mama Saindeva dari kota tembakau, Temanggung. Nah, kalo Saindeva yunior dari mana ya.. Lha, mamanya dari Temanggung, papanya dari Purworejo. Lahirnya di Temanggung, tapi tinggalnya di Semarang…
